Job
July 10th, 2006 by duwitJob
So many people looking for job. With population indonesia more than 200 million, can you imagine how many productive people that still looking for the right job and jobless people. So many man (sangat banyak man !!!). kita mulai dari mereka yang berusia 19 – 27 tahun.
Dari mereka yang hanya lulusan SLTP, SLTA dan kawan – kawan kita yang barusan lulus jadi sarjana or bagi mereka yang uda lulus sarjana beberapa tahun yang lalu tapi sampai sekarang masih “rajin” mencari lowongan pekerjaan yang sesuai (yang di inginkan), sesuai dengan hobby, minat or may be dengan jurusan yang di ambil waktu di bangku kuliah. Can you count ? (see the data in the BPS)
Sedikitnya lapangan pekerjaan, membuat kebanyakan pencari kerja saling berlomba-lomba untuk mendapatkan pekerjaan. Bersaing demi mendapatkan pekerjaan. Persaingan di mulai ketika saling unjuk keterampilan/keahlian kerja seperti kemampuan bahasa asing selain inggris, mengoperasikan komputer, pengalaman kerja sebelumnya, pengalaman organisasi di kampus, dan prestasi lain yang mungkin menunjang terhadap posisi pekerjaan yang akan di lamar.
Apa yang salah ?
Pemerintah. Kalo menurutku nggak 100 % pemerintah harus di salahkan, paling pemerintah kena dampak dari pengurusan/perijinan pendirian pabrik atau tempat usaha yang lain. Terus masalah perundang-undangan ketenaga kerjaan yang berlaku. Mungkin beberapa pengusaha yang ingin outsourcing di negara kita mikir jangan – jangan ntar banyak demo buruh/pegawai. Mending mbangun pabrik di vietnam or RRC, or mungkin in the Thailand.
Masyarakat, not exactly… ya namanya juga masyarakat suka-suka dia/mereka mau ngapain but masayarakat yang benar itu seharusnya keep care with their environment, bukannya “EGP” (Emangnya Gue Pikirin) but kepedulian akan sangatr berarti bagi orang yang menerimanya. Bagi yang merasa muslim kan Nabi Muhammad SAW pernah bersabda yang artinya kuraang lebih “Sebaik – baik manusia itu manusia yang bermanfaat bagi orang lain”… eee nggak tahu nya setelah tak cross check ke beberapa buku manajemen emang benar lho kalo kita nolong ornag lian itu it’s mean that we are help ourself (nolong diri kita sendiri).
Kita perlu memberi, everything that we want to accept it, you must give first. What do you need Love, Peace, Money, Promotion, Sales, Happyness, beri orang lain dulu, bantu mereka untuk mendapatkannya. Maka kita kan mendapatkan yang kita inginkan… ngggak percaya boleh di coba…. but ini uda terbukti lho ama orang di zona eropa(orang barat, red)
Intropeksi (back to us) kembali ke diri kita sendiri, maukah Anda sebagai anggota masyarakat di suatu tempat di katakan nggak care, orang nya cuek, EGP, or mungkin dengan perkataan lain “gua sendiri masih susah, ngapin juga nolong orang lain” o r “boro – boro nolong orang, bisa – bisa kita nanti yang minta tolong”. But perhatikan lebih detail seberapa banyak orang akan berbuat seperti itu, mungkin jari kita masih cukup untuk menghitungnya. But kalo memang benar-terjadi anggap saja itu munkin karena “buah” perbuatan kita. Ingat Hukum Tabur Tuai “Siapa yang menanam, dia yang menabur” so kalo kita ingin panen yang baik-baik, kenapa tidak kita mulai hari ini. Just start from the little.
Pernahkah Anda berpikir mungkin kok tidak kita yang mbikin perusahaan ya? Jadi penentu kebijakan, pengambil keputusan, memimpin orang lain, memotivasi orang, setting target, menentukan startegi, mempunyai waktu luang lebih banyak dengan keluarga, liburan ke luar negeri or luar kota. dan banyak hal lain yang bagi sebagian tidak bisa di lakukan jika kita hanya menjadi seorang karyawan. Setuju nggak ? kalo nggak setuju, tulis dong komentar elu, jangan hanya “ngedumel” saja . expresikan pikiranmu, pendapatmu, …… tak tunggu lho. Ada yang mau nambahin mungkin ?