BEASISWA S2 & S3 LUAR NEGERI TAHAP PERTAMA TAHUN 2007

March 10th, 2007 by duwit

Departemen Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia

INFORMASI MENGENAI PERSYARATAN BEASISWA S2 & S3 LUAR NEGERI TAHAP PERTAMA TAHUN 2007

A. UMUM
Beasiswa disediakan Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) bagi PNS, dosen atau pegawai lembaga pendidikan, pegawai industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta masyarakat umum.

Keterangan:

Yang dimaksud PNS adalah pegawai negeri sipil yang ditempatkan di lembaga lembaga departemen, non departemen, baik di lingkungan pemerintahan pusat maupun daerah.

Yang dimaksud pegawai Lembaga Pendidikan adalah dosen dan pegawai pada lembaga-lembaga pendidikan.

Yang dimaksud pegawai Industri TIK adalah pegawai perusahaan-perusahaan di bidang teknologi informasi dan komunikasi, baik BUMN/D maupun swasta murni.

Yang dimaksud Masyarakat Umum adalah pihak-pihak di luar tiga kategori tersebut atau perorangan.

Beasiswa akan diberikan kepada para pelamar yang oleh Panitia Seleksi dinilai memenuhi persyaratan untuk mengikuti program penddikan S2 dan S3 di perguruan tinggi di Australia, Swedia, dan Belanda.

Pelamar harus memenuhi persyaratan dan mengikuti peraturan yang ditetapkan
Pelamar dianjurkan memilih program pendidikan sesuai dengan bidang studi yang ditetapkan Depkominfo
Khusus bagi pelamar yang saat ini telah memiliki Surat Penerimaan (Acceptance Letter) dari Perguruan Tinggi yang telah ditetapkan, dan Surat tersebut telah diverifikasi oleh Depkominfo mendapatkan prioritas dan akan segera diberangkatkan ke negara yang berangkutan.
B. KHUSUS

1. Persyaratan

Umum
Warga Negara Indonesia (WNI)
Sehat jasmani dan rohani
Tidak sedang mendapat fasilitas beasiswa dari pihak lain
Mengikuti ketentuan dan aturan yang telah ditetapkan Depkominfo
Khusus:
Lulusan S1 bagi pelamar program S2 atau lulusan S2 bagi pelamar program S3
Memiliki IPK minimum 2,75 ( dari skala 4,0)
Memiliki nilai TOEFL minimum 525 atau IELTS minimum 5,25 (batas waktu tes terakhir adalah tahun 2005)
Memiliki nilai Tes Potensi Akademik (TPA) minimum 525 dengan batas waktu tes terakhir adalah tahun 2005 (untuk TPA yang diselenggarakan Bappenas, hubungi: Ibu Ria, Overseas Training Office - OTO Bappenas Jl. Taman Suropati 2, Jakarta, Telp.021-3911627)
Memiliki nilai GRE/GMAT (bila program studi di perguruan tinggi yang bersangkutan mensyaratkan dan batas waktu tes terakhir adalah tahun 2005
Mendapat rekomendasi dari pejabat berwenang (minimum pimpinan instansi setingkat Eselon II bagi PNS, pimpinan perusahaan atau pejabat yang berwenang di perusahaan bagi pegawai industri TIK, pimpinan perguruan tinggi atau pejabat yang berwenang di lembaga pendidikan bagi dosen/staf lembaga pendidikan dan dosen pembimbing skripsi atau tesis bagi masayarakat umum)
Diutamakan :
Memiliki masa kerja sekurang-kurangnya 2 tahun terhitung mulai tanggal diangkat menjadi PNS dalam gelar S1 pada instansi yang bersangkutan (bagi pelamar kategori PNS) atau memiliki pengalaman bekerja minimum 2 tahun (bagi pelamar kategori pegawaiperusahaan industri teknologi informasi dan komunikasi dan masayarakat umum)

Berusia usia maksimal berusia 35 tahun (bagi pelamar program S2) dan 40 tahun (bagi pelamar program S3) pada saat pendaftaran

Belum memiliki gelar dan tidak sedang mengikuti program pendidikan S2 (bagi pelamar program S2) dan S3 (bagi pelamar program S3)
Bersedia mengikuti program studi di perguruan tinggi luar negeri yang telah ditetapkan Depkominfo
Khusus bagi pelamar program S2 dan S3 yang telah lulus seleksi penerimaan calon mahasiswa di perguruan tinggi luar negeri yang esuai dengan ketetapan Depkominfo, melampirkan Surat Penerimaan (Acceptance Letter) dari perguruan tinggi yang bersangkutan
Mengisi Formulir Pendaftaran
Menandatangani Surat Pernyataan yang telah disediakan.
Formulir Pendaftaran yang telah diisi dan seluruh dokumen yang dipersyaratkan harus dikirim via pos atau diantar langsung dan dterima Panitia Seleksi dengan alamat tersebut di bawah ini paling lambat tanggal 15 Februari 2007. Panitia Seleksi tidak melayani pertanyaan atau komunikasi via telepon dan Internet.

Alamat Pengiriman Berkas Lamaran :

DEPARTEMEN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
Tim Pengembangan Sumber Daya Manusia
Panitia Seleksi Beasiswa S2 dan S3 Luar Negeri
Gedung Departemen Komunikasi dan Informatika Lt. 5
Jalan Medan Merdeka Barat No. 9
Jakarta – 10110

2. Bidang Studi

Bidang studi yang diutamakan dalam program beasiswa ini :
Hukum ( Internasional, Administrasi Negara, Tata Negara, Perdata, Pidana)
Ekonomi (Ilmu Ekonomi/Studi Pembangunan, Akuntansi, Manajemen)
Ilmu Komputer
Teknik Informatika
Teknik Elektro/Elektronika
Teknik Telekomunikasi
Ilmu Sosial Ilmu Politik (Hubungan Internasional, Ilmu Komunikasi, Ilmu Pemerintahan/Administrasi Negara)
Ilmu Pendidikan
3. Negara dan Nama Perguruan Tinggi

PerguruanTinggi yang diutamakan dalam program beasiswa ini :
Belanda
Tilburg University
University of Twente
Utrecht University
University of Groningen
Erasmus University Rotterdam
Delft University of Technology
Leiden University
Vrije Universiteit Amsterdam
Hogeschool Utrecht
Univeriteit van Amsterdam
Eindhoven University of Technology
HAN University of Applied Science
Wageningen University and Research Center
Universiteit Maastricht

Australia
University of New South Wales
University of Adelaide
University of Sidney
University of Melbourne
Australia National University
University of Queensland
Monash University
University of Western Australia

Swedia
Chalmers University of Technology
Linkoping University
Halmstad University
University of Trollhatan/Uddevalla
IT University of Goteborg
Upsalla University
Royal Institute of Technology
C. PROSES PEMBERIAN BEASISWA

1. Seleksi

Proses seleksi terdiri dari tiga tahap, yaitu:
Tahap seleksi administratif, yakni penilaian terhadap kelengkapan dokumen yang dipersyaratkan

Tahap seleksi kemampuan akademik, yakni penilaian terhadap kemampuan bahasa Inggris (nilai TOEFL/IELTS), TPA, GRE/GMAT (bila diperlukan) dan aspek lain untuk menyusun daftar pendek berdasarkan peringkat prestasi, prioritas, dan potensi.

Tahap wawancara, yakni penilaian terhadap tujuan dan motivasi belajar, sikap kepribadian serta hal-hal lain yang berkaitan dengan tujuan pemberian beasiswa.
2. Pendidikan dan Pelatihan Bahasa Inggris

Pelamar yang telah lulus seleksi Depkominfo tetapi belum memiliki nilai TOEFL/IELTS minimum yang dipersyaratkan oleh program studi dan perguruan tinggi luar negeri yang telah ditetapkan diberi kesempatan mningkatkan kemampuan bahasa Inggris dengan mengikuti pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan oleh Depkominfo.

3. Pemberangkatan
Pemberangkatan ke negara-negara tujuan segera dilaksanakan bila pelamar:
Selesai mengikuti seluruh proses persiapan yang ditetapkan oleh Depkominfo
Memiliki Surat Penerimaan (Acceptance Letter) dari Perguruan Tinggi yang direkomendasi dan diverifikasi oleh Depkominfo
Memenuhi aturan keimigrasian dari negara tujuan
Memiliki Surat Izin dari Pemerintah Indonesia
Tidak sedang dalam keadaan hamil pada saat keberangkatan ke negara tujuan untuk mengikuti pendidikan

Bagi pelamar yang telah lulus seleksi dan telah memiliki Surat Penerimaan (Acceptance Letter) dari perguruan tinggi dengan bidang studi sesuai ketetapan dan Surat tersebut telah diverifikasi oleh Depkominfo akan diprioriaskan untuk segera diberangkatkan ke negara yang bersangkutan

Bagi pelamar yang lulus tahap wawancara tetapi belum memiliki Surat Penerimaan (Acceptance Letter) dari Perguruan Tinggi (sesuai rekomendasi Depkominfo) diberikan waktu 1 tahun untuk mendaftar ke Perguruan Tinggi sesuai rekomendasi Depkominfo.
D. HAK DAN KEWAJIBAN PENERIMA BEASISWA

1. Cakupan Beasiswa
Biaya kuliah (tuition fee)

Biaya perjalanan kelas ekonomi pergi-pulang dari dan ke negara tujuan studi (pada awal dan akhir studi)

Uang penempatan awal (establishment cost)

Biaya hidup selama mengikuti pendidikan (living allowance)

Asuransi kesehatan

Biaya pengurusan visa pelajar (student visa)
Catatan:
Peserta yang telah berkeluarga dapat membawa serta keluarganya ke negara tujuan studi dengan biaya sendiri (Depkominfo tidak memberi tunjangan keluarga).

Formulir pendaftaran harus diisi dengan jelas dibubuhi materai secukupnya dan disertai dengan semua dokumen sebagaimana tersebu dalam Daftar Kelengkapan Persyaratan3. Keputusan Panitia Seleksi bersifat mutlak, tidak dapat diganggu gugat.
2. Kewajiban pelamar
Mematuhi seluruh peraturan yang telah ditetapkan oleh Depkominfo berkaitan dengan program beasiswa

Mematuhi peraturan negara tujuan studi sebagai pemegang visa pelajar (student visa)

Berperilaku baik dan menjaga nama baik Negara Kesatuan Republik Indonesia selama mengikuti pendidikan di luar negeri

Melaporkan perkembangan dan hasil studi kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan
DEPARTEMEN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
Tim Pengembangan Sumber Daya Manusia
Panitia Seleksi Beasiswa S2 dan S3 Luar Negeri
Gedung Departemen Komunikasi dan Informatika Lt. 5
Jalan Medan Merdeka Barat No. 9
Jakarta – 10110

Calon Bintara Prajurit Karier (PK) pria dan wanita TA 2007.

March 10th, 2007 by duwit

TNI Angkatan Laut kembali memberikan kesempatan kepada para pemuda dan pemudi untuk dididik menjadi Calon Bintara Prajurit Karier (PK) pria dan wanita TA 2007.

Persyaratan Umum :

Warga Negara Republik Indonesia, pria, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia dan taat kepada Pancasila dan UUD 1945, sehat jasmani dan rohani, berkelakukan baik, bukan Prajurit TNI, anggota Polri atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan tidak sedang kehilangan hak menjadi prajurit TNI/TNI AL, ada persetujuan/ijin dari orang tua/wali bagi yang belum berusia 21 tahun, ada persetujuan dari Kepala Instansi bagi yang sudah bekerja secara tetap sebagai pegawai/karyawan, pendaftar telah bertempat tinggal sekurang-kurangnya satu tahun saat mendaftar.

Persyaratan Khusus :
• Calon Bintara PK pria : Berijasah serendah-rendahnya SMU/SMA/MAN Jurusan IPA/IPS, SMK jurusan Teknologi dan Industri/Manajemen dan Bisnis (Akuntansi/Perbankan), SPK/SMF/SPRG/Analis. Bagi lulusan 2003 sampai 2006, nilai rata-rata Ujian Nasional tidak kurang dari 6.00. Usia minimal 18 tahun maksimal 22 tahun terhitung dari buka Pendidikan Pertama (Dikma) tanggal 30 Juli 2007. Tinggi badan minimal 163 cm dengan berat badan seimbang. Bersedia menjalani Ikatan Dinas Pendek (IDP) selama 10 tahun.

• Calon Bintara PK wanita : Berijasah serendah-rendahnya SMU/SMA/MAN Jurusan IPA/IPS, SMK jurusan Sekretaris/Akuntansi/Perbankan, SPK/SMF/SPRG/Analis dan Kebidanan. Bagi lulusan 2003 sampai 2006, nilai rata-rata Ujian Nasional tidak kurang dari 6.00. Usia minimal 18 tahun maksimal 22 tahun terhitung dari buka Pendidikan Pertama (Dikma) tanggal 30 Juli 2007. Tinggi badan minimal 158 cm dengan berat badan seimbang. Bersedia menjalani Ikatan Dinas Pendek (IDP) selama 10 tahun.

Waktu dan tempat pendaftaran :
Untuk pendaftaran di Panitia Daerah (Panda)/Subpanda Belawan, Padang, Tanjung Pinang, Makassar, Kupang, Manado, Ambon dan Jayapura dimulai tanggal 5 Maret sampai 13 Mei 2007 dilaksanakan oleh masing-masing Panda/Subpanda Lantamal. Untuk di Mako Lantamal III Jakarta, Lanal Panjang, Sional Cirebon, Denal Bandung, Kimal Lampung dimulai pada tanggal 5 Maret sampai 27 April 2007. Untuk di Lanal Cilacap/Semarang, Sional Tegal, Denal Yogyakarta, SMU Taruna Nusantara mulai tanggal 5 Maret sampai 27 April 2007. Untuk Mako Lanlamal V Surabaya, Lanal Benoa, Sional Banyuwangi dan Denal Malang mulai tanggal 5 Maret sampai 27 April 2007.

Seleksi Tingkat Pusat dilaksanakan di Denal Malang mulai tanggal 12 Juli sampai dengan 19 Juli 2007 sedangkan sidang Pantukhirpus dilaksanakan pada tanggal 24 Juli 2007.
Pendaftaran sewaktu-waktu akan ditutup apabila telah memenuhi rasio penerimaan dan selama proses pendaftaran maupun seleksi tidak dipungut biaya apapun.

Rekruitment

March 10th, 2007 by duwit

Rekruitment

Prajurit TNI AD,direkrut dari masyarakat umum dalam upaya memenuhi kebutuhan organisasi TNI AD. Untuk memperoleh prajurit baru yang berkualitas serta mampu memenuhi tuntutan tugas, maka penyediaan prajurit dilaksanakan melalui penerimaan dan pengerahan dengan kegiatan-kegiatan pengujian atau penyaringan berdasarkan persyaratan yang ditentukan.

Persyaratan Umum untuk menjadi prajurit adalah :

1. Warga negara Republik Indonesia,
2. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
3. Setia dan taat kepada Pancasila dan UUD 1945,
4. Sudah berumur 18 tahun,
5. Sehat jasmani dan rohni, serta
6. Tidak sedang kehilangan hak menjadi prajurit berdasarkan
7. Keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.
8. Selain itu, harus memenuhi persyaratan lain yang ditentuka dan lulus dari pengujian atau lulus dari penyaringan.

Penerimaan Prajurit di lingkungan TNI AD di bagi dalam 3 kelompok yaitu kelompok Tamtama, Bintara dan Perwira.

Tamtama :

Membentuk prajurit dalam tatanan organisasi TNI/TNI AD sebagai prajurit pelaksana yang terpercaya dengan keterampilan yang tinggi. Karena itu pendidikan Tamtama bertujuan membentuk dan mengembangkan pemuda-pemuda warga negara Indonesia yang memenuhi syarat sesuai ketentuan untuk menjadi Calon Tamtama umum TNI AD.

Bintara :

Membentuk prajurit Bintara dalam tatanan organisasi TNI sebagai pimpinan unit kecil, juru, pelatih, pengawas serta tulang punggung pelaksana tugas TNI/TNI AD. Karena itu pendidikan Bintara bertujuan membentuk dan mengembangkan Bintara; agar mampu, cakap serta mahir melaksanakan tugas dan jabatan sesuai dengan lapangan penugasannya.

Pendidikan Perwira.

Membentuk prajurit Perwira dalam tatanan organisasi TNI/TNI AD sebagai pemimpin dalam arti luas. Dalam arti sebenarnya, yaitu Pimpinan yang mempunyai nilai kejuangan dan kemampuan profesi yang tinggi. Karena itu Pendidikan Perwira bertujuan membentuk dan mengembangkan Perwira agar: mampu, cakap serta mahir melaksanakan tugas dan jabatan sesuai dengan lapangan penugasan, sebagai kekuatan Pertahanan.

PENDAFTARAN PERWIRA PK

March 10th, 2007 by duwit

PENDAFTARAN PERWIRA PK
WAKTU PENDAFTARAN :
1. Pendaftaran : Minggu III Agustus s.d Minggu II Oktober 2007
2. Pemeriksaan uji tk Daerah : Minggu III Okt s.d Minggu IV Nop 2007
3. Sidang Panitia Daerah : Minggu IV Nopember 2007
4. Pemeriksaan/Uji tk Pusat : Minggu I Des s.d Minggu IV Des 2007
5. Sidang Panitia Pusat : Minggu IV Desember 2007
6. Buka Pendidikan : Minggi I Januari 2008
TEMPAT PENDAFTARAN :
1. Ajen Kodam
2. Ajen Korem
3. Kodim
PERSYARATAN PERWIRA PRAJURIT KARIR
1. Warga Negara Republik Indonesia, Pria/wanita bukan prajurit TNI/anggota Polri dan PNS TNI.
2. Setia dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
3. Setia dan taat kepada Pancasila dan UUD 1945.
4. Berijazah Profesi/Sarjana/Diploma Negeri/Swasta.
5. Persyaratan IPK (Akumulasi dengan ujian negara untuk PT Swasta) akan ditentukan kemudian.
6. Usia pada saat masuk pedidikan :
a. Tidak lebih dari 32 tahun untuk yang berijazah Profesi Dokter, Apoteker dan Psikologi.
b. Tidak lebih dari 27 tahun untuk yang berijazah S.1 dan D III Anastesi.
c. Tidak lebih dari 25 tahun untuk yang berijazah Program D.III

7. Para calon yang berasal dan Perguruan Tinggi Swasta harus sudah lulus ujian negara (dengan melampirkan tanda lulus/ijazah yang dilegalisir oleh Kopertis).
8. Belum pernah menikah dan sanggup tidak menikah selama mengikuti pendidikan pertama, kecuali untuk pendaftar berprofesi Dokter diperbolehkan menikah, belum mempunyai anak dan sanggup tidak mempunyai anak/hamil selama dalam pendidikan pertama.
9. Berkelakuan baik, yang dinyatakan dengan SKCK dari Polres setempat serta tidak kehilangan hak untuk menjadi prajurit TNI berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.
10. Berbadan sehat (Jasmani dan rohani) dan bebas narkoba.
11. Tinggi badan tidak kurang dan 163 Cm bagi pria dan 155 Cm bagi wanita dengan berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku.
12. Bersedia menjalani Ikatan Dinas Pertama (IDP) selama 10 tahun dihitung mulai saat dilantik menjadi Perwira TNI.
13. Mendapatkan persetujuan dari instansi yang bersangkutan (lolos butuh) bagi mereka yang sudah bekerja dan pernyataan pemberhentian dengan hormat bila lulus dan terpilih masuk Pendidikan Pertama (Dikma) TNI.
14. Bersedia ditempatkan dimana saja diseluruh wilayah Republik Indonesia.
15. Pernyataan tidak terikat perjanjian Ikatan Dinas dengan suatu instansi lain.
16. Persyaratan lain :
a. Calon tidak bertato/bekas tato
b. Calon tidak ditindik/bekas tindik pada telinga dan atau anggota badan

BERANI…..!!! Jembatan antara mimpi dan kenyataan

January 4th, 2007 by duwit
Kemarin adalah Cek yang dibatalkan.
Hari esok adalah Cek yang menjanjikan.
Hari ini adalah uang tunai yang ada. Belanjakan !
-. John W Newbern .-
BERANI…..!!! Jembatan antara mimpi dan kenyataan 
Adib Munajib
Newbie
*
Posts: 9

my picture

adibjava
View Profile Email

BERANI…..!!! Jembatan antara mimpi dan kenyataan
« on: May 25, 2006, 12:05:04 PM »

Ketika kecil dulu saya takut dengan kakak kelas saya yang tubuhnya besar, saya selalu kalah ketika berkerlahi……benjol sana benjol sini, sampai akhirnya saya ikut perguruan beladiri, dan ketika suatu saat kakak kelas tersebut macam-macam, gantian saya yang bikin dia benjol sana benjol sini. Untungnya kakak kelas saya bukanlah tipe orang yang punya inisiatif, kreatif dan inofatif. Dia tidak memutuskan untuk ikut beladiri. Seandainya dia tipe orang yang punya inisiatif, kreatif dan inovatif mungkin saya akan terus belajar meng-upgrade kemampuan beladirinya. Rasa takut saya hilang seketika dan yang muncul adalah keberanian…………..

Ketika suatu saat saya ditakut-takuti tentang hantu, lagi-lagi saya belajar bagaimana agar tidak takut terhadap bayang-bayang hantu. Dan rasa takut itupun sirna setelah saya mendapat suatu doa yang bisa memunculkan keberanian………., maaf…. bahkan saya malah berani tidur dikuburan beberapa hari……… 

Ketika saya diancam-ancam karena kasus hukum pidana dan perdata, lagi-lagi saya belajar dan konsultasi kepada lembaga bantuan hukum, ternyata rasa takut itu sirna……….

Ketika saya dilarang-larang berbisnis oleh keluarga, lagi-lagi saya mencari jawaban dengan ikut berbagai seminar dan ikut kelas EU, heh…heh…heh….rasa takutnya berkurang, malah muncul keberanian untuk berbisnis……………malah sekarang saya punya hutang loh ke bank………, dan hasilnya saya berdiri di dua kuadran……, walau bisnisnya masih kecil-kecilan………..(makasih yah para mentor EU).

Memang sejak kecil kita sudah terbiasa dididik dengan cara 1. diancam-ancam, 2. ditakut-takuti, dan 3. dilarang-larang.
Sampai akhirnya kita menjadi orang yang pandai mengeluh, pandai mencari alasan/kambing hitam, pandai mencari pembenaran, pandai menutupi kelemahan, pandai mengumpat dan pandai berkomentar (NATO) not action talk only. Semuanya karena bayangan pikiran kita sendiri yang negative, padahal kenyataanya tidak seseram bayangan pikiran-pikiran negative kita.

So……..
Saya setuju dengan istilah KEBERANIAN ADALAH JEMBATAN YANG BISA MEWUJUDKAN MIMPI MENJADI KENYATAAN. Mimpi saja tanpa keberanian betindak tidak akan ada kenyataan. Dan saya masih pegang suatu pesan dari seorang Bijak "Apabila kamu takut terhadap sesuatu, maka masuklah kedalamnya……".

« Last Edit: May 25, 2006, 12:17:40 PM by adib » Logged

Adib Munajib
———————-
0852-1818-7878
munajib@gmail.com

Berani Hidup - www.trimitra.com

January 4th, 2007 by duwit
Berani Hidup

Stop worrying, start living. ~Anonymous

One isn’t necessarily born with courage, but one is born with potential.
Without courage, we cannot practice any other virtue with consistency.
We can’t be kind, true, merciful, generous, or honest.
~Maya Angelou

Be a warrior, not a worrier.
~Jennie S. Bev

Banyak lagu di Indonesia yang bertemakan kesedihan dan kenestapaan. Betapa kasihannya diriku karena aku orang miskin dan tidak punya. Ayah juga tidak punya, Ibunda juga tiada. Istri juga belum punya, apalagi anak. Rumah juga hanya terbuat dari bilik saja dan bepergian ke mana-mana naik bis kota yang sumpek dan berbau keringat. Seringkali dihina pula. Ah, betapa aku orang yang sungguh perlu dikasihani. Aku segan hidup, tapi belum mau mati.

Apa yang tersirat di dalam lirik seperti itu? Kurangnya keberanian untuk hidup. Kurangnya rasa syukur yang dalam akan makna hidup yang sebenarnya. Sudah diberi hidup untuk hari ini, masih juga mempermasalahkan kemiskinan dan tidak punya ini dan itu. Padahal, cukup dengan modal "hidup" saja, masalah kemiskinan dan tidak punya pasangan hidup bisa dicari sendiri pemecahannya. Pendapat seperti ini banyak membuat hati saya tidak enak, karena seakan-akan tidak bersyukur sama sekali akan harta tidak ternilai, yaitu kehidupan yang diberikan kepada kita karena kita begitu istimewa di mataNya.

Kekhawatiran luar biasa membebani setiap langkah yang diambil di dalam hidup. Ini sangat tidak baik. Kegalauan hati juga memberi warna kelabu, apalagi ketidakberanian untuk mengubah diri. Dengan mempercayai bahwa diri kita lemah dan tidak berdaya, maka alam bawah sadar kita sungguh percaya bahwa kita itu lemah dan tidak berdaya. Jadilah di dalam benak hanya ada satu yang dicari-cari: rasa belas kasihan bagi diri kita, yang datang baik dari luar maupun dari dalam diri.

Mungkin Anda sekarang berpikir, "Ah, Ibu Jennie ini bisa saja, karena dia toh tidak pernah merasakan naik bis kota. Dia kan ke mana-mana naik mobil mewah dan makan di hotel berbintang lima." Eit, nanti dulu. Ketika saya kuliah di Depok, saya memang mempunyai pilihan untuk diantar jemput oleh sopir pribadi maupun naik bis kota karena orang tua mampu membiayai, walaupun mungkin dengan sangat pas-pasan. Yang mana pilihan saya, menurut Anda? Naik bis kota setiap hari. Aneh bukan?

Waktu itu belum ada bis Patas ber-AC, sehingga mau tidak mau saya naik bis dari Sarinah ke Pancoran, terus dari Pancoran ke Pasar Minggu, dan dari Pasar Minggu baru ada mobil unyil ke Depok. Turun di Margonda yang masih belum sepenuhnya beraspal saat itu, saya jalan kaki di tanah yang kadang-kadang becek di kala musim hujan dan selalu berlumpur tanah merah sepanjang tahun. Repot sekali karena berarti celana jins dan sepatu kets saya mesti dicuci begitu tiba di rumah, kalau tidak ya tanah merahnya akan menempel permanen nodanya.

Selama perjalanan di dalam bis, tidak jarang saya mengalami hal-hal yang memalukan dan diolok-olok karena tinggi tubuh saya yang 172 sentimeter, sangat jangkung untuk ukuran Indonesia. Belum lagi wajah saya yang sangat "amoy" itu. Hal-hal rasis dan olok-olok yang tidak-tidak karena fisik saya sudah menjadi makanan sehari-hari. Paling tidak pasti ada sinar mata penuh rasa ingin tahu yang saya terima setiap hari dari sesama para penumpang. Untunglah karena saya langganan setiap hari, para supir dan kenek bis sudah kenal dengan si "amoy jangkung" ini. Hal-hal begini sudah membuat saya "kebal" juga akhirnya.

Saat itu pernah terbesit di benak saya, betapa sesungguhnya saya sangat berbeda dari orang kebanyakan. Jika dituliskan lagi mendayu-dayu ala dangdut maupun pop sendu Indonesia, mungkin ada lirik begini, "Betapa malangnya nasibku, ayah tidak punya, ibunda hidup susah kerja sendirian. Belum lagi tampangku Cina dan tinggiku seringkali mentok di dalam Metro Mini. Aku hidup susah, semua orang melihatku aneh dan berbeda dari orang lain." Lucu dan "kasihan banget" bukan?

Eh, anehnya, tidak pernah satu kalipun saya merasa demikian. Malah kalau terdengar lagu-lagu mendayu, hati ini rasanya geli sekali. Tidak jarang saya tertawa terbahak-bahak mendengar hal-hal yang "mengasihani diri sendiri." Mengapa? Karena di dalam benak saya, setiap hari haruslah menjadi hari yang lebih baik daripada kemarin. Dan ini tidak bisa di dapat dengan memanjakan diri bahwa "aku ini orang yang perlu dikasihani."

Seperti billionaire philanthropist terkenal James Stowers pendiri American Century Investments pernah berkata, "If you don’t think tomorrow is going to be better than today, why get up? You’ve got to believe each new day is going to be better, and you have to be determined to make it so. If you are determined, then certainlyl… the best is yet to be." Jika Anda tidak yakin bahwa hari esok akan lebih baik, mengapa bangun pagi? Anda harus percaya bahwa setiap hari baru akan menjadi lebih baik dari kemarin dan Anda mesti usahakan untuk menjadikannya demikian. Keyakinan Anda akan menjadikannya yang terbaik, jauh lebih baik.

Beberapa waktu lalu, pemerintah Indonesia memberikan label "desa miskin" untuk desa-desa yang mempunyai income level di bawah garis kemiskinan. Saya sendiri kalau diizinkan untuk berkomentar sedikit, tapi mudah-mudahan tidak dianggap asbun ya. Bukankah sebaiknya ditulis "desa yang sedang membangun dengan semangat besar menuju masa depan yang lebih cerah lagi." Untuk singkatnya, ya "desa membangun" saja. Bagaimana efeknya ketika dibaca? Memberi semangat keberanian untuk maju, bukan? Mudah-mudahan saja label "desa miskin" seperti ini sudah ditiadakan saat ini. Saya doakan. Namun siapalah saya ini memberi masukan seperti ini.

Nah, keberanian untuk hidup berarti juga tidak mengasihani diri sendiri sama sekali. Berani hidup berarti berani menanggung kesulitan hidup karena mempunyai kepercayaan diri yang besar bahwa semuanya pasti bisa diatasi. Setiap hari adalah hari baru yang pasti lebih baik daripada hari kemarin. Kalau begitu, apa lagi yang perlu dikhawatirkan? Mari kita mentertawai kekhawatiran dan ketakutan.

Jennie S. Bev
Penulis, pengusaha, dan edukator asal Indonesia yang sukses di Amerika Serikat.

SeEmber susu - beranigagal.blogspot.com

January 4th, 2007 by duwit
Saturday, December 30, 2006
Seember Susu

Dua ekor katak berlompatan dengan riangnya di sebuah halaman rerumputan sebuah peternakan sapi. Seorang ibu yang sedang membersihkan halaman kandang yang melihat kedua katak itu berusaha mengusir dengan sebuah gagang sapu dan membuat kedua katak itu lari ketakutan.

"Cepat, kearah sana", kata salah seekor katak itu

"Saya melihat tempat persembunyian yang baik dan pasti sulit dijangkau oleh gagang sapu itu" kata si katak menunjuk arah kandang sapi perah yang ada didalam peternakan tsb.

"Ayo, cepat" seru si katak pertama dan keduanya melompat-lompat melompat tinggi, lebih tinggi, semakin tinggi lompatannya dan sangat tinggi kearah pagar kandang menuju tempat dimana mereka akan bersembunyi.

"Plung" pada lompatan terakhir, keduanya serentak mendarat di sebuah ember yang berisi susu segar dan segera mereka berenang ke tepi ember dan berusaha untuk naik keluar dari ember itu sambil sesekali melompat, tapi tidak berhasil.

"Oh kawan, habislah kita kali ini, ember aluminium ini sungguh sangat licin, rasanya tidak mungkin memanjatnya, habislah kita kali ini, kita tak bisa kemana-mana lagi, kita akan mati tenggelam disini" kata katak kedua.

"Teruslah berusaha, teruslah berenang, teruslah mendayung" kata katak pertama, pasti ada cara untuk bisa keluar dari tempat ini, ayo kita pikirkan, jangan menyerah. Mereka berduapun mendayung dan berenang kesana kemari sambil sesekali melompat berusaha melewati bibir ember.

Setelah sekian jam mereka mendayung katak kedua mulai mengeluh lagi:

"Ugh, saya sungguh lelah sekali, saya benar-benar kehabisan tenaga, susu ini kental sekali dan dan terlalu licin untuk keluar dari tempat ini."

"Ayo, teruslah berusaha, jangan menyerah" kata katak pertama memberi semangat.

"Percuma saja, kita tidak akan pernah keluar hidup-hidup dari tempat ini, kita pasti mati disini keluhnya makin lemah" dan gerakan katak kedua itu makin lama makin lambat dan akhirnya tidak bergerak lagi, mati.

Sementara itu katak pertama tidak putus asa, dengan sisa-sisa tenaganya masih berenang dan terus mengayunkan tangan dan kakinya sambil sesekali tetap membuat lompatan terus mencoba melewati ember yang mengurungnya.

Saat malam menjelang pagi udara terasa sangat dingin, lamat-lamat terdengar ayam berkokok dan tanpa disadari kaki-kaki katak kedua itu serasa mendapat pijakan. Katak itu sudah tidak mendayung lagi karena kakinya terasa berdiri diatas setumpuk mentega hasil karyanya semalaman.

Dan "Plop" katak itupun membuat lompatan terakhir untuk keluar dan bebas dari ember yang mengubur temannya.

Ketika anda berpikir anda ‘bisa’ atau ketika anda berpikir anda "tidak bisa", maka anda benar !!

Salam bijaksana,
Haryo Ardito, Ketua Harian AMA-DKI
email: haryo@toughguy.net

Berani Mengambil Resiko GAGAl - www.trimitra.com

January 4th, 2007 by duwit

MANAGEMENT ARTICLES

Berani Mengambil Resiko Gagal

(Robert Sarwono - Business Consultant - Trimitra Consultants)

Setiap saat ini adalah waktu yang paling baik bagi seseorang untuk memulai tindakan-tindakan yang positif. Bila Anda telah mempersiapkan diri dan Anda memiliki kepercayaan diri untuk melakukan sesuatu yang positif, jangan biarkan diri Anda dikalahkan oleh keraguan.

Anda tentu menyadari bahwa saatnya akan tiba dimana Anda harus bertindak. Jika Anda ragu menunda-nunda terlalu lama, keraguan tersebut akan selalu menyelimuti dan berubah menjadi ketakutan.

Benar, Anda bisa tersandung. Ya, Anda bisa ditolak. Ya, Anda mungkin gagal. Inilah hidup. Para penakluk kehidupan setuju bahwa dalam berusaha mereka mungkin harus menyesuaikan dirinya, bahkan memulainya kembali berkali-kali.

Perbedaan antara orang sukses dengan yang lainnya bukan pada pembuatan kesalahan atau bahkan kegagalan sementara, tetapi pada tanggapan yang diberikan.

Kebanyakan orang mencari jaminan penuh sebelum mengambil tindakan. Namun, dalam usaha pencarian jaminan tersebut, mereka sering menerima peringatan-peringatan yang dapat dengan mudah digunakan sebagai alasan untuk tidak bertindak. Waspadalah, karena mereka yang paling mencintai Andalah yang mungkin memperingatkan paling keras kepada Anda agar tidak mengambil resiko.

Berani Sukses - www.purdiechandra.com

January 4th, 2007 by duwit
Berani Sukses PDF Cetak E-mail
Tuesday, 02 November 2004

Seberapa besar rejeki yang kita inginkan, itu sama dengan seberapa besar kita berani mengambil resiko.

HANYA segelintir entrepreneur yang dapat mencapai tangga sukses teratas tanpa perjuangan dan pengorbanan. Resepnya, antara lain, kalau melakukan kesalahan, mereka melupakannya dan terus bekerja, hingga akhirnya mencapai kesuksesan. Menurut saya, kita sebagai entrepreneur harus selalu berani berpikiran sukses dan berani mengembangkan kepercayaan diri.

Harus selalu ingat, bahwa kita adalah orang yang berpotensi dalam bisnis, yang setiap saat harus selalu melipatgandakan kepercayaan diri, dan bisa menghilangkan penyakit exucitis, penyakit mencari alasan. Apakah itu alasan yang berkaitan dengan kesehatan, intelejensia atau kecerdasan, usia, dan nasib. Kita pun juga harus berani merubah kegagalan menjadi kemenangan atau kesuksesan.

Untuk sebuah kesuksesan, dibutuhkan keberanian secara terus menerus untuk mempelajari kemunduran bisnis kita menuju kesuksesan. Dalam bisnis, sangat wajar kalau kita belajar dari kesuksesan yang dicapai pesaing kita. Namun yang penting, bagaimana kita harus menghindari kesalahan-kesalahan yang pernah diperbuat oleh pesaing kita itu. Kita juga harus selalu siap menghadapi perubahan-perubahan yang selalu ada dalam kehidupan bisnis.

Upaya-upaya mencipta ide-ide terbaik yang bersifat competitive advantage saya kira menjadi sangat penting, dan kalau perlu kita gabung-gabungkan ide-ide terbaik dari para pesaing kita.

Dengan kata lain, sebagai seorang entrepreneur, kita pun harus senantiasa setiap saat selalu membuka mata dan telinga terhadap suatu kesempatan atau peluang. Sebab, disamping faktor rejeki, maka peluang itu juga menyangkut dengan faktor nasib kita. Bila kita mampu melakukan hal itu, tidak mustahil kesuksesan akan dapat kita raih.

Saya yakin, kita semua pasti mendambakan kesuksesan. Ingin memperoleh yang sebaik-baiknya dari perjalanan hidupnya. Tidak ada orang yang bisa mendapatkan kenikmatan dari hidup yang terus merangkak-rangkak, kehidupan yang setengah-setengah. Sukses berarti banyak hal yang mengagumkan dan positif. Sukses berarti kesejahteraan pribadi: rumah bagus, keamanan di bidang keuangan dan kesempatan maju yang maksimal, serta berguna bagi masyarakat. Sukses juga berarti memperoleh kehormatan, kepemimpinan, dan disegani.

Dengan demikin sukses berarti self respect, merasa terhormat, terus menerus merasa bahagia, dan merasakan kepuasan dari kehidupannya. Itu artinya, kita berhasil berbuat lebih banyak yang bermanfaat. Dengan kata lain, sukses berarti menang! Namun sayangnya, di era globalisasi seperti sekarang ini, tidak semua entrepreneur berani menyebutkan, bahwa dirinya telah mencapai kesuksesan.

Sebaliknya, saya justru berpendapat bahwa kita sebagai entrepreneur harus berani menyatakan dirinya sukses. Karena dengan keberanian kita menyatakan sukses, akan membangkitkan kepercayaan diri. Dengan kepercayaan diri yang besar itu, kita akan lebih bersemangat untuk meraih kesuksesan. Dan saya tetap yakin, betapa pun sibuknya entrepreneur-entrepreneur yang sukses, ia akan tetap siap membantu teman-teman yang memerlukannya. Dan, mereka semakin percaya pada Tuhan sebagai suatu kekuatan besar.

Berani Gagal - www.purdiechandra.com

January 4th, 2007 by duwit
Orang miskin dan kelas menengah
bekerja untuk uang, orang kaya mempunyai
uang yang bekerja untuk mereka.
Orang Kaya Menciptakan Uang.
-. Robert T Kiyosaki .-


Berani Gagal PDF Cetak E-mail
Monday, 25 October 2004

Hanya orang yang berani gagal total, akan meraih keberhasilan total.

PERNYATAAN John. F. Kennedy ini saya yakini kebenarannya. Itu bukan sekedar retorika, tetapi memang sudah terbukti dalam perjalanan hidup saya. Gagal total itulah awal karier bisnis saya.

Pada akhir 1981, saya merasa tak puas dengan pola kuliah yang membosankan. Saya nekad meninggalkan kehidupan kampus. Saat itu saya berpikir, bahwa gagal meraih gelar sarjana bukan berarti gagal dalam mengejar cita-cita lain. Di tahun 1982, saya kemudian mulai merintis bisnis bimbingan tes Primagama, yang belakangan berubah menjadi Lembaga Bimbingan Belajar Primagama.

Bisnis tersebut saya jalankan dengan jatuh bangun. Dari awalnya yang sangat sepi peminat - hanya 2 orang - sampai akhirnya peminatnya membludak hingga Primagama dapat membuka cabang di ratusan kota, dan menjadi lembaga bimbingan belajar terbesar di Indonesia.

Dalam kehidupan sosial, memang kegagalan itu adalah sebuah kata yang tidak begitu enak untuk didengar. Kegagalan bukan sesuatu yang disukai, dan suatu kejadian yang setiap orang tidak menginginkannya. Kita tidak bisa memungkiri diri kita, yang nyata-nyata masih lebih suka melihat orang yang sukses dari pada melihat orang yang gagal, bahkan tidak menyukai orang yang gagal.

Maka, bila Anda seorang entrepreneur yang menemui kegagalan dalam usaha, maka jangan berharap orang akan memuji Anda. Jangan berharap pula orang di sekitar anda maupun relasi Anda akan memahami mengapa Anda gagal.

Jangan berharap Anda tidak disalahkan. Jangan berharap juga semua sahabat masih tetap berada di sekeliling Anda. Jangan berharap Anda akan mendapat dukungan moral dari teman yang lain. Jangan berharap pula ada orang yang akan meminjami uang sebagai bantuan sementara. Jangan berharap bank akan memberikan pinjaman selanjutnya.

Mengapa saya melukiskan gambaran yang begitu buruk bagi seorang entrepreneur yang gagal? Begitulah masyarakat kita, cenderung memuji yang sukses dan menang. Sebaliknya, menghujat yang kalah dan gagal. Kita sebaiknya mengubah budaya seperti itu, dan memberikan kesempatan kepada setiap orang pada peluang yang kedua.

Menurut pengalaman saya, apabila orang gagal, maka tidak ada gunanya murung dan memikirkan kegagalannya. Tetapi perlu mencari penyebabnya. Dan justru kita harus lebih tertantang lagi dengan usaha yang sedang kita jalani yang mengalami kegagalan itu. Saya sendiri lebih suka mempergunakan kegagalan atau pengalaman negatif itu untuk menemukan kekuatan-kekuatan baru agar bisa meraih kesuksesan kembali.

Sudah tentu, kasus kegagalan dalam bisnis maupun dunia kerja, saat krisis ekonomi kian merebak dan bertambah. Ribuan orang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan kehilangan mata pencahariannya. Sungguh ironis, seperti halnya kita, suka atau tidak suka, setiap manusia pasti akan mengalami berbagai masalah, bahkan mungkin penderitaan.

Bagi seorang entrepreneur, sebaiknya jangan sampai terpuruk dengan kondisi dan suasana seperti itu. Kita harus berani menghadapi kegagalan, dan ambil saja hikmahnya (kejadian dibalik itu). Mungkin saja kegagalan itu datang untuk memuliakan hati kita, membersihkan pikiran kita dari keangkuhan dan kepicikan, memperluas wawasan kita, serta untuk lebih mendekatkan diri kita kepada Tuhan. Untuk mengajarkan kita menjadi gagah, tatkala lemah. Menjadi berani ketika kita takut. Itu sebabnya mengapa saya juga sepakat dengan pendapat Richard Gere, aktor terkemuka Hollywood, yang mengatakan bahwa kegagalan itu penting bagi karier siapapun.

Mengapa demikian? Karena selama ini banyak orang membuat kesalahan sama, dengan menganggap kegagalan sebagai musuh kesuksesan. Justru sebaliknya, kita seharusnya menganggap kegagalan itu dapat mendatangkan hasil. Ingat, kita harus yakin akan menemukan kesuksesan di penghujung kegagalan.

Ada beberapa sebab dari kegagalan itu sendiri. Pertama, kita ini sering menilai kemampuan diri kita terlalu rendah. Kedua, setiap bertindak, kita sering terpengaruh oleh mitos yang muncul di masyarakat sekitar kita. Ketiga, biasanya kita terlalu "melankolis" dan suka memvonis diri terlebih dahulu, bahwa kita ini dilahirkan dengan nasib buruk. Keempat, kita cenderung masih memiliki sikap, tidak mau atau tidak mau tahu dari mana kita harus memulai kembali suatu usaha.

Dengan mengetahui sebab kegagalan itu, tentunya akan membuat kita yakin untuk bisa mengatasinya. Bila kita mengalami sembilan dari sepuluh hal yang kita lakukan menemui kegagalan, maka sebaiknya kia bekerja sepuluh kali lebih giat. Dengan memiliki sikap dan pemikiran semacam itu, maka akan tetap menjadikan kita sebagai sosok entrepreneur yang selalu optimis akan masa depan. Maka, sebaiknya janganlah kita suka mengukur seorang entrepreneur dengan menghitung berapa kali dia jatuh. Tapi ukurlah, berapa kali ia bangkit kembali.